Kota Mungkid.25/09/2017. Bupati Magelang, Zaenal Arifin, S.IP. menyampaikan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 dan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 dalam agenda Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Magelang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Drs. Soeharno, MM.
Bupati menyampaikan  dalam sambutannya bahwa pentahapan pembangunan yang telah direncanakan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2014- 2019, maka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 berada dalam tahap akselerasi dengan tema pembangunan Akselerasi dan Pembangunan Berkelanjutan. Tema ini mengandung maksud bahwa pembangunan infrastruktur harus tatap memperhatikan kaidah kelestarian lingkungan hidup serta dalam rangka memantapkan kesinambungan pembangunan.
Adapun prioritas pembangunan dalam Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Magelang adalah sebagai beriku
1 Pendidikan;
2. Kesehatan;
3. Penanggulangan kemiskinan,
4 Pengembangan Pertanian, Pariwisata, Industri Kecil dan Menengah;
5. Infrastruktur Dasar, Sarana dan Prasarana Publik,
6 Lingkungan Hidup
7. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Pemerintahan
8. Keamanan. Ketertiban dan Penanggulangan Bencana
Bupati menyampaikan dalam Pengantar Nota Keuangan Raperda tersebut bahwa penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2018 telah memperhatikan aspirasi masyarakat dan stakeholder lainnya sesuai dengan proses perencanaan pembangunan daerah dan telah memperhatikan perencanaan pembangunan baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Adapun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2018 sebagai berikut :
A. PENDAPATAN
 1. Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebasar Rp. 350.072.234.750,00 yang berasal dari 4 komponen Penerimaan yaitu:
a. Pajak Daerah Rp. 119.299.820.068,00
b. Hasil Retribusi Daerah Rp. 22.788.394.342,00
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan Rp. 25.190.973.716,00
d. Lain-lain PAD Yang sah Rp. 182.793.046.624,00=
2. Dana Perimbangan.
Dana Perimbangan direncanakan sebesar Rp. 1.453.394.412.000,00 berasal dari:
a. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Rp. 49.652.944.000,00
b. Dana Alokasi Umum Rp. 1.078.981.977,000,00
c. Dana Alokasi Khusus Rp 324.759.491.000,00
3. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah
Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp. 426.276.878.000,00 berasal dari:
a. Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Rp. 135.955.789.000,00
b. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Rp. 707.190.000,00
c. Dana Desa Rp 289.613.899.000,00
Sehingga seluruh pendapatan direncanakan sebesar Rp. 2.229.743.524.750,00
B. BELANJA
Rencana Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp. 2.537.975.448.233,00 terdiri dari:
1. Belanja Tidak Langsung Rp. 1.433.176.655.012,00Â
2. Belanja Langsung Rp. 1.104.798.793.221,00
Dengan demikian terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 308.231.923.483,00
C. PEMBIAYAAN
1. Penerimaan Pembiayaan Daerah
Penerimaan Pembiayaan Daerah Tahun 2018 direncanakan sebesar Rp. 318.956.923.483,00 berasal dari
a. SILPA Tahun Anggaran sebelumnya Rp. 187.705.855.483,00
Â
b. Pencairan Dana Cadangan Rp. 131.251.068.000,00
2. Pengeluaran Pembiayaan Daerah
Pengeluaran Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2018 direncanakan sebesar Rp. 10.725.000.000,00 digunakan untuk Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Rp. 10.725.000.000,00. Pembiayaan netto sebesar Rp. 308.231.923.483,00 yang dapat digunakan untuk menutup defisit anggaran.
Masih dalam sambutannya Bupati menyatakan bahwa sinkronisasi program kegiatan Pemerintah Daerah telah disepakati bersama antara Pemerintah Kabupaten Magelang dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Magelang yang diformulasikan dalam Kebijakan umum Perubahan APBD (KUPA) serta Prioritas dan plafon Anggaran sementara Perubahan (PPASP) pada tanggal 14 September 2017, KUPA dan PPASP tersebut merupakan landasan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017.
Â
Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2017 disusun dengan rincian sebagai berikut:
A. PENDAPATAN.
1. Pendapatan Asli Daerah.
Pendapatan Asli Daerah semula sebesar Rp. 280.660.101.155,00 naik sebesar Rp. 29.514.824.230,00 menjadi sebesar Rp. 310.174.925.385,00 yang berasal dari 4 komponen Penerimaan yaitu:
a. Pajak Daerah semula sebesar Rp. 94.813.295.000,00 naik sebesar Rp. 8.657.203.000,00 menjadi sebesar Rp.103.470.498.000,00
b. Hasil Retribusi Daerah semula sebesar Rp. 22.597.339.500,00 naik sebesar Rp. 1.059.222.145,00 menjadi sebesar Rp. 23.656.561.645,00
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang dipisahkan, semula sebesar Rp. 19.531.757.000,00 naik sebesar Rp.1.273.547.740,00 menjadi sebesar Rp. 20.805.304.740,00
Â
d. Lain-lain PAD Yang sah, semula sebesar Rp. 143.717.709.655,00 naik sebesar Rp. 18.524.851.345,00 menjadi sebesar Rp. 162.242.561.000,00
4. Dana Perimbangan,
Dana Perimbangan semula sebesar Rp. 1.497.615.034.000,00 berkurang sebesar Rp. 16.596.727.000,00 menjadi sebesar Rp. 1.481.018.307.000,00 berasal dari:
a. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak, semula sebesar Rp. 49.652.944.000,00 naik sebesar Rp.2.357.517.000,00 menjadi sebesar Rp. 52.010.461.000,00
b. Dana Alokasi Umum semula sebesar Rp 1.078.981.977.000,00 berkurang sebesar Rp. 18.954.244.000,00 menjadi sebesar Rp. 1.060.027.733.000,00
c. Dana Alokasi Khusus tetap sebesar Rp. 324.759.491.000,00
d. Dana Insentif Daerah tetap sebesar Rp. 44.220.622.000,00
5. Lain-lain Pendapatan Daerah Yang sah
Lain-lain Pendapatan Daerah Yang sah semula sebesar Rp. 408.380.822.000,00 naik sebesar Rp.157.626.754.000,00 menjadi sebesar Rp. 566.007.576.000,00 berasal dari:
Pendapatan Hibah semula sebesar Rp 2.130.746.000,00
a. Â naik sebesar Rp. 91.000.400.000,00 menjadi sebesar Rp. 93.131.146.000,00
b. Dana Bagi Hasil Pajak Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya semula sebesar Rp. 83.928.987.000,00 naik sebesar Rp. 66.449.154.000,00 menjadi sebesar Rp. 150.378.141.000,00
c. Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya semula Rp 32.707.190.000,00 naik sebesar Rp. 177.200.000,00 menjadi sebesar Rp. 32.884 390.000,00
d. Dana Desa tetap sebesar Rp. 289.613.899.000,00
Sehingga seluruh pendapatan direncanakan sebesar Rp.2.357.200.808.385,00
Â
B. BELANJA.
Rencana Belanja Daerah semula sebesar Rp. 2.417.344.682.330,00 naik Rp. 423.394.178.833,00 menjadi sebesar Rp. 2.840.738.861.163,00 terdiri dari:
1. Belanja Tidak Langsung semula sebesar Rp.1.503.201.330.925,00 naik sebesar Rp. 86.969.492.108,00 menjadi sebesar Rp. 1.590.170.823.033,00
Â
2. Belanja Langsung semula sebesar Rp. 914.143.351.405,00 naik sebesar Rp. 336.424.686.725,00 menjadi sebesar Rp 1.250.568.038.130,00
Dengan demikian terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 483.538.052.778,00
C. PEMBIAYAAN.
1. Penerimaan Permbiayaan Daerah
Penerimaan Pembiayaan Daerah semula sebesar Rp. 268.764.267.261,00 naik sebesar Rp. 202.799 327 603,00 menjadi sebesar Rp. 521,663,594 B64,00 berasal dari:
a. SILPA Tahun Anggaran sebelumnya semula sebesar Rp. 204.769.871.175,00 naik sebesar Rp. 252.799.319.603,00 menjadi sebesar Rp. 457.569.190.778,00
b. Pencairan Dana cadangan semula sebesar Rp. 63.994.396.086,00 naik sebesar Rp. 8.000,00 menjadi sebesar Rp. 63.994.404.086,00
2. Pengeluaran Pembiayaan Daerah Pengeluaran Pembiayaan Daerah semula sebesar Rp 38.075.542.086,00 berkurang Rp. 50.000.000,00 menjadi sebesar Rp. 38.025.542.086,00 digunakan untuk:
a. Pembentukan Dana Cadangan tetap sebesar Rp. 24.723.542.086.00
b. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah semula sebesar Rp. 13.052.000.000,00 naik sebesar Rp. 250.000.000,00 menjadi sebesar Rp. 13.302.000.000,00
c. Pemberian Pinjaman Daerah berkurang sebesar Rp 300,000.000,00
Atas perhitungan tersebut pembiayaan netto sebesar Rp. 483.538.052.778,00 dapat digunakan untuk menutup defisit anggaran sebesar Rp. 483.538.052.778,00 sehingga Sisa lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) menjadi sebesar                     Rp 0,00.humassetwan.