Kembali

10 Tokoh Berdedikasi dalam DPRD AWARD

Malam Puncak Penganugerahan DPRD Award Kabupaten Magelang pada Sabtu 8 Oktober 2016 berlangsung meriah meski diiringi hujan. Acara yang diselenggarakan di Pusat Kuliner Mendut Corner itu memberikan apresiasi terhadap sepuluh tokoh berdedikasi untuk membangun Kabupaten Magelang yang lebih baik.

Acara yang dikonsep dalam bentuk angkringan rakyat itu dihadiri oleh berbagai kalangan. Mulai dari anggota DPRD, pejabat Pemkab Magelang, Organisasi Kemsyarakatan, Forum Musyawarah Pimpinan Daerah dan masyarakat umum. ”Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan yang kami berikan kepada para tokoh-tokoh pengabdi dan pembaharu di Kabupaten Magelang,” kata Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sariyan Adi Yanto, dalam sambutannya.

Melalui penghargaan yang diberikan ini, lanjut  Sariyan, pihaknya ingin mengabarkan kepada masyarakat luas bahwa banyak tokoh pelopor dan pembaharu asal Kabupaten Magelang yang memiliki dedikasi tinggi. ”Sesuai tema acara yakni menebar Inspirasi, kita berharap sosok-sosok ini mampu memberikan contoh bagi masyarakat lain untuk terus berbuat melalui bidang yang mereka kuasai,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga berharap lokasi acara yakni Mendut Corner bisa kembali hidup sesuai konsep awal dibuat. ”Saya bermimpin mendut corner ini menjadi semacam ruang publik kecil tempat berkumpul dan berdiskusi bagi masyarakat,” paparnya.

Berikut figur sepuluh nominasi penerima DPRD Award Kabupaten Magelang 2016 diantarnya adalah :

-   Jatmiko
Pria asal Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang ini dinobatkan sebagai tokoh penggerak konservasi. Ayah dua anak inimemberikan dedikasi penuh dalam program penghijauan kembali lereng Gunung Merapi dan Merbabu yang rusak. Dia mulai merintis kegiatan ini sejak beberapa tahun lalu dengan uang pribadi.

-   Ida Fitri
Perempuan asal Kecamatan Salam Kabupaten Magelang ini berhasil menunjukkan jiwa kemandiriannya dalam mempertahankan konsep pendidikan ramah anak. Ida membangun sekolah untuk anak-anak yang kemudian sempat hancur akibat banjir lahar dingin. Namun, berkat kegigihannya dia akhirnya kembali mendirikan sekolah itu dengan dana pribadi. Dia juga mencetuskan program milankori satelite. Dimana, mendekatkan buku kepada pembaca dengan mengantarkannya ke setiap titik yang telah dia bentuk.

-   Abdul Bar
Pendiri komunitas desain grafis rewo-rewo Kaliabu Salaman ini mendapatkan penghargaan penggiat Komunitas Muda Kreatif. Berangkat dari sebuah desa yang dikenal kerap memiliki kebiasaan buruk yakni tawuran dan aksi kriminalitas, kini berkat komunitas ini desa itu justru mendunia dengan dikenal sebagai desa desainer. Dimnana, lahir para desainer muda asal Desa Kaliabu yang karyanya sudah menginternasional.         

-   Mukidin
Ayah satu anak asal Kecamatan Grabag ini dinobatkan sebagai penggerak petani eko konservasi. Dia berhasil memimpin perubahan pengelolaan hutan rakyat seluas ratusan hektar di lereng Telomoyo dengan sistem tumpang sari. Berkat dia, masyarakat yang dulu hanya berpenghasilan 2 juta setahun kini minimal Rp 20 juta perbulan. Dia juga pernah meraih penghragaan dari Presiden Jokowi.

-   Farkhan Nurrohman
Remaja asal Desa Brengkel Salaman ini layak diapresiasi sebagai salah satu atlet olahraga anti mainsteream. Sebagai siswa kelas II SMK dia berhasil menjuarai even tinju tingkat lokal hingga nasional. Dia mampu menginspirasi anak muda untuk menyalurkan emosi melalui olahraga tinju.

-   Heli dan Heru
Dua kakak beradik asal Kecamatan Srumbung ini dinobatkan sebagai pioner pelopor kemanusiaan. Pengabdian mereka didunia kemanusian tidak perlu diragukan lagi. Tengok saja setiap ada bencana atau musibah, keduanya selalu jadi pertama di lokasi.

-   Muhammad Anas
Kepala desa Ambartawang Kecamatan Mungkid ini dinobatkan sebagai kepala desa inovatif. Dia salah satunya kepala desa yangberhasil membangun sistem Kartu Ambartawang Sehat. Sistem yang dibiayai APBDes itu memberikan jaminan bagi masyarakat miskin yang tidak mendapatkan jaminan dari pemerintah. Ada ribuan masyarakat yang dijaminkan kesehatannya mellaui sistem ini.

-   Nurmala
Pria yang memiliki cacat sejak lahir ini mendapatkan penghargaan sebagai aktivis komunitas difable. Meski keterbatasan fisik dia berhasil menyadarkan banyak orang senasib untuk berprestasi melalui olahraga. Tercatat banyak prestasi yang berhasil ditorehkannya bersama komunitasnya di berbagai ajang.

-   Riyadi
Warga Pakis Kabupaten Magelang ini diobatkan sebagai tokoh penggiat kesenian tradisional. Melalui jerih payahnya dia mendirikan padepokan seni budaya di rumahnya. Dia juga paling aktif memberikan pelatihan dan penanamman jiwa seni budaya pada anak-anak. Berbagai prestasi dari sanggar yang dipimpinnya ditorehkan hingga istana kepresidenan mengundangnya.

-   Hani Sutrisno
Pendiri desa bahasa ini dionbatkan oleh DPRD Kabupaten Magelang sebagai tokoh pelopor program edu wisata. Melalui kemahirannya mengajarkan bahasa inggris dengan cepat mudah dan menyenangkan dia berhasil pula menggaet banyak wisatawan singgah dan membantu pariwisata sekitar Borobudur.